Showing posts with label E-commerce. Show all posts
Showing posts with label E-commerce. Show all posts

IKLAN ONLINE


Iklan online adalah metode periklanan dengan menggunakan media internet dan layananya, misalkan web (World Wide Web) dengn tujuan menyampaikan pesan pemasaran ( promosi) agar pelanggan tertarik dan membeli produk yang ditawarkan. Salah satu faktor keberhasilan dalam menjual suatu produk adalah melakukan promosi. Promosi dapat dilakukan dengan membuat iklan. Baik iklan online dan offline / tradisional memiliki tujuan serupa yaitu.
  1. Menginformasikan konsumen tentang merek-merek baru, mendidik tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta menfasilitasi penciptaan citra merek yang positif.
  2. Membangun kesadaran merek, membuat konsumen sadar akan sebuah merek atau produk, merupakan tujuan jangka panjang yang penting bagi setiap pemasar. Setelah konsuen tahu tentang merek/produk, langkah selanjutnya dikenal oleh konsumen semakin mudah bisnis atau produk dan jasa dijual. Misalkan, iklan online banner baik statis ataupun interaktif, merupakan media tepat untuk mempromosikan merek. kekuatan visual dapat dikomunikasikan dengan baik melalui media ini.
  3. Menjangkau pelanggan baru dan meciptakan permintaan konsumen. terdapat 3 langkah dalam menciptakan permintaan konsumen, yaitu:
    • Menginformasikan.
    • Membujuk
    • Mengingatkan
    Ilkan harus dapat menyakinkan konsumen tentang apa yang mereka butuhkan, dan mengapa mereka membutuhkan. Dengan iklan online konsumen baru dapat dijangkau karena batasan waktu dan wiayah bukan lagi menjadi kendala.
  4. Mempresuasi (membujuk) konsumen untuk mencoba produk jan jasa yang diiklankan. Semua bentuk pemasaran online perlu diarahkan untuk target penjualan jangka panjang. Namun, iklan online mendorong penjualan dalam jangka pendek dan menengah. Tidak seperti media iklan tradisional, iklan online dapat mengubah konsumen potensial menjadi konsumen yang sebenarnya dan langsung melakukan tindakan pembelian produk terhadap iklan yang ditawarkan. Konsumen dapat pergi dari iklan online yang ditawarkan langsung ke halaman web perusahaan hanya dengan satu klik. Segala aktivitas konsumen dapat dilacak secara akurat dan diukur keberhasilanya. Begitu pula dengan target pengiklan.
  5. Membangun loyalitas konsumen. Setelah konsumen menyadari dan membutuhkan suatu produk, maka mereka perlu tahu bagaimana cara memenuhi keingina atau kebuthan tersebut. Pada titik inti penting bagi pemasar untuk menunjukan kepada konsumen bagaimana merek tertentu atau produk terbaik akan memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga timbulah loyalitas konsumenterhadap produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Iklan online dikelompokan menjadi 3, yaitu:
  1. Iklan Teks
    Iklan yang ditampilkan berupa teks saja, Contoh: iklan link. Jenis iklan ini lebih ditekankan ke penulisan alamat link iklan dan keterangan singkat dari iklan itu sendiri. Dalam membuat link usahakan ditulis sependek mungkin. 
    Contoh: Iklan baris, Iklan teks PPC, Pertukaran link dengan pemilik web lain, Iklan banner (yang berisi link iklan), Iklan Kontekstual (Contextual ads), Iklan hasil pencarian (Search ads dapat disebut juga pay per click ads), iklan direktori online (online directories), iklan daftar lokal (Local Listings) atau SEO (Search Engine Optimizing) lokal, dan iklan konten (Content ads) 
  2. Iklan Display Iklan yang ditampilkan kombinasi antara teks, gambar dan animasi (tetapi tidak interaktif seperti rich media) dan setiap iklan display memiliki ukuran yang telah diatur. Terdapat beberapa jenis iklan display diantaranya yaitu.
    • Interstitial banners
    • Pop up dan pop under
    • Floating advert
    • Wallpaper advertising
    • Map advertising
    • Iklan Banner
    • Video online advertising banner
    • Iklan Media Sosial
  3. Iklan rich media (multimedia) 
    The Interactive Advertising Bureau (IAB) telah menentukan aturan untuk iklan jenis ini. Iklan rich media adalah iklan yang dapat berinteraksi dengan konsumen dan merupakan gabungan antara video, teks, gambar, animasi dan suara. Iklan berbentuk animasi tetapi tidak terdapat interaksi maka disebut iklan display. Ada banyak jenis iklan ini diantaranya:
    • peel-back (iklan di sudut kanan atas halaman web. Dimana halaman web awal menggulung atau kembali disertai penampilan konten iklan);
    • floating (Iklan tampil diatas konten sampai lima belas detik dan menghilang. Sebuah tombol close harus ada untuk dapat menutup iklan);
    • expanding (iklan tampil di header atau footer dengan ukuran yang besar);
    • Interstitial (iklan tampil diatas atau menutupi konten, biasanya mendahului halaman konten. Iklan tampil selama lima detik sebelum secara otomatis mengarahkan ke konten. Terdapat tombol "Lewati Iklan" untuk melanjutkan ke konten); 
    • video;
    • popup/popunder;
Itu lah sedikit penjelasan tentang Iklan Online...

(rfs/Modul E-Commerce S1 Teknik Informatika UNPAM)
PENGERTIAN E-COMMERCE

PENGERTIAN E-COMMERCE


E-Commerce dalam arti luas adalah penggunaan jaringan komputer untuk meningkatkan kinerja organisasi, meningkatkan profitabilitas, memperoleh pangsa pasar, meningkatkan layanan pelanggan, dan pengiriman produk secara cepat. E-Commerce bukan sekedar memesan barang dari katalog on-line, tetapi melibatkan semua aspek interaksi elektronik organisasi dengan perusahaan stakeholder, orang-orang yang menentukan masa depan organisasi. Perdagangan elektronik termasuk seperti mendirikan sebuah halaman Web untuk mendukung hubungan investor atau berkomunikasi secara elektronik. Secara singkat, e-Commerce melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan komunikasi dan transaksi dengan seluruh pemangku kepentingan organisasi. Stakeholder tersebut meliputi pelanggan, pemasok, pemerintah regulator, lembaga keuangan, manaer, karyawan, dan masyarakat pada umumnya.

Menurut Kalakota  dan  Whinston, 1997, eccomerce bisa dilihat dari beberapa perspektif sebagai berikut:


  • Perspektif komunikasi, penyebaran/pengiriman informasi, produk / layanan atau pembayaran secara elektronik.
  • Perspektif proses bisnis, Aplikasi teknologi menuju transaksi bisnis secara otomatis transaksi dan airan kerja perusahaan.
  • Perspektif layanan, mampu melakukan pemangkasan biaya dan dalam waktu yang sama meningkatkan kecepatan layanan dan kualitas.
  • Perspektif online, pembelian dan penjualan produk dan informasi secara online.
Menurut pemerintah UK untuk menjelaskan batasan ecommerce untu industri, ecommerce adalah pertukaran informasi melalui jaringan elektronik, pada setiap tahapan dalam supply chain (rantai pasokan), apakah di dalam organisasi, antar bisnis, antara bisnis dan consumer (pelanggan), atau antara publik dengan privat sector, apakah berbayar atau tidak. Dalam definisi ini, e-commerce tidak dibatasi pada pembelian dan penjualan roduk, tetapi juga termasuk aktifitas pra-penjualan dan pasca-penjualan di dalam supply chain (rantai pasokan).

E-commerce difasilitasi oleh teknologi digital yang memberikan kemampuan komunikasi secara elektronik, termasuk disini adalah komunikasi internet melaui website dan email seperti halnya penggunaa media digital lainya seperti wirelles atau mobile dan media pengiriman digital lainya seperti TV kabael dan satelit.

Dalam buku Introduction to Information Technology, e-commerce berarti perdagangan  elektronik yang mencangkup proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet (Turban 2005:181). Menurut Robert E Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yag paling utama. Pada website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Right Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifias-aktifitas perdagangan, termasuk organisasi dan perrangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data digital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual (OECD,1997).

Tidak dipungkiri lagi, E-commerce telah mengubah parafigma proses pengembangan, pemasaran, enjualan, pemesanan, pelayanan, dan pembayaran dan sebagainya. Pendekatan pemasaran produk dan jasa beganti dari off-line menjadi on-line dan lebih interaktif. Keberadaan transaksi elektronik secara on-line dengan internet ini kemudian melahirkan komunikasi global antar para pelaku bisnis secara visual.



SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)

PengertianSupply Chain Management


James A. dan Mona J. Fitzimmons, yang menyatakan bahwa Supply Chain Management  adalah sebuah sistem pendekatan total untuk mengantarkan produk ke konsumen akhir denga menggunakan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan semua elemen supply chain dari mulai pemasok ke pengecer, lalu memcapai tingkat berikutnya yang merupaka keunggulan kompetitif yang tdak tersedia di sistem logistik tradisional.

Supply Chain Management menurut Chase, Aquilano, Jacobs adalah sistem untuk menerapkan pendekatan secara total untuk mengelolaseluruh aliran informasi, bahan, dan jasa dari bahan baku melalui pabrik dan gudang ke konsumen akhir. Menurut Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky, dan Edith (2004:2), supply chain managemen diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok,produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistrisbusikan pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan ada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sisem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebuthan dan layanan.

Menurut Council of Logistic Management (Pujawan, 2005:7), supply chain management adalah koordinasi sistem dan strategi akan fungsi-fungsi bisnis tradisional dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan untuk mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai persediaan.

KOMPONEN SCM

Komponen dari supply chain management menurut turban (2004) terdiri dari tiga komponen utama yaitu;

1. Upstream Supply Chain
Bagian upstream (hulu) supply chain management meliputu aktivitas dari suatu perusahaan manufacturing dengan para penyalurnya (yang mana dapat manufacturers, assemblers, atu keduanya) dan konesi mereka kepada para penyalur mereka (para penyalur second-tier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama aalah pengadaan.

2. Internal Supply Chain
Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses inhouse yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur kedalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan ke dalam organisasi. Di dala internal supply chain , perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikan dan pengendalian persediaan.

3. Downstream supply chain
Downstream (hilir) supply chain meliputi sema aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan transportasi dan alter-dale service.

KONSEP SCM (SPPLY CHAIN MANAGEMENT)

Konsep supply chain adalah sistem yang memungknkan perpindahan barang dari produsen agar hal-hal seperti keterlambatan penympaian, salah barang, dsb bisa dikurangi atau tidak terjadi. Konsep lama logistik sebagai persoalan intern perusahaan dan pemecahnya diutamakan pada pemecah intern perusahaan. komsep baru logistik dilihat sebagai masalah yang lebih luas sejak dari bahan dasar sampai barang jadi yang dipakai oleh konsumen akhir, sehingga merupakanmata rantai penyedia barang..

TUJUAN SCM

Tujuan daru supply chain adalah untuk memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan serta memberikan keuntungan besar bagi perusahaan. Sasaran dalam supply chainadalah memaksimumkan keseluruhan nilai (value) supply chain yang diciptakan.

Sumber : modul E-commerce S1 Teknik Informatikan Unpam